Wisata

Kuala Paret, Grand Canyon-nya Aceh Tamiang

Grand Canyon Aceh Tamiang Kuala Paret

Venicka.com – Grand Canyon ada di Kabupaten Aceh Tamiang ? Ah yang benar saja?  Setelah googling di internet ternyata memang ada. Grand Canyon adalah Sungai di Colorado yang berada di Arizona kawasan Amerika Serikat yang bentuk berlekuk-lekuk yang panjangnya mencapai 400 km lebih.

Penasaran, langsung buat planning dadakan untuk menuju lokasi. Lokasi yang dituju terletak di Desa Kaloi, Kecamatan Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang. Dari Kota Kuala Simpang, jaraknya lumayan jauh sekitar 55 km atau 3 jam perjalanan dengan sepeda motor atau pun mobil. Rutenya dari Kota Kuala Simpang menuju Simpang Seumadam (Jl. Banda Aceh – Medan), terus masuk ke arah Desa Pulau Tiga. Sampai dengan lokasi ini jalanan lancar dan beraspal.

Nah medan adventure sesungguhnya dimulai ketika masuk ke jalan bebatuan, tanah berlumpur dan berlubang menuju ke lokasi sejauh 20 km. Jalan ini sebenarnya milik perusahaan perkebunan kelapa sawit PT. Mestika Prima Lestari Indah (MPLI). Di sela-sela perjalanan, disuguhkan pemandangan bukit-bukit dengan latar belakang kebun kelapa sawit.

Malu bertanya sesat di jalan. Pepatah itu harus dipegang kuat ketika berada di lintasan ini. Karena masih sangat minim sekali papan penunjuk ke arah lokasi dan jarang ditemui masyarakat di jalan. Sepertinya lebih dari 10 kali kami bertanya ke masyarakat dan sempat nyasar.

Rintangan juga harus dialami ketika ban mobil bocor karena kena batu yang sudutnya runcing. Belum lagi mobil yang sempat 3 kali nyungsep masuk ke kubangan lumpur dan harus di dorong beramai-ramai. Beruntung dibantu oleh serombongan anak-anak muda yang mau menuju lokasi yang sama. It’s a real adventure man……..

Eitsss, jangan senang dulu. Karena untuk menuju ke lokasi harus turun lagi jalan kaki sekitar 40 meter ke bawah menuju dasar sungai melewati tebing bukit dengan tanah licin dan harus berpegang pada akar-akar pohon.

Akhirnya kami sampai juga di “Grand Canyon Aceh Tamiang”. Masyarakat mengenalnya dengan nama Kuala Paret karena tebing batu di pinggir aliran Sungai Kaloi ini menyerupai parit. Sungguh capek dan lelah selama perjalanan terbayar sudah. Memang ternyata mirip Grand Canyon dengan ukuran mini.

Luar biasa indahnya…… Warna airnya dapat berubah tergantung debit aliran sungai. Kalau sedang hujan di hulu, maka warna airnya agak sedikit kecoklatan dan keruh karena bercampur lumpur. Tapi kalau sedang tidak hujan, warna airnya jernih hijau kebiruan.

Berdasarkan Peta Geologi Lembar Langsa yang dipetakan oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Geologi Tahun 1981, batuan yang katanya mirip Grand Canyon itu adalah batu kapur (limestone) dari Formasi Batugamping Kaloi yang terendapkan dan berumur Permo Trias (200 s/d 300 juta tahun yang lalu). Lubang-lubang yang ada pada celah-celah batu tersebut akibat dari pelarutan dan penggerusan oleh aliran sungai dalam kurun waktu yang lama, ribuan bahkan jutaan tahun.

Nah, yang terakhir PR nih bagi Pemda setempat. Ini lokasi yang unik dan langka, karena kondisi dan proses geologi secara alami yang menyebabkan bisa jadi seperti ini. Jangan dibiarkan begitu aja. Harus dijaga kelestariannya, di rawat sebagai obyek wisata. Masyarakat sudah mulai banyak tau lokasi ini terutama melalui media online. Jangan sampai Pemda (pemerintah daerah) “masih tidur” ketika masyarakat sudah “bangun”. Caiyooo……..

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 + 1 =

Terpopuler

Ke Atas
error: Konten Dilindungi !!
IBX59EDFD52E7CAD